Arief Setya negara, Thats Me!!!

Cukup dengan monyetnya, saya gak bisa lepas dari kacamata. Kalau dilepas, ibarat muka manusia di dunia itu sama datarnya. Kebayang gak? Kalo anda belum bisa membayangkan, saya anggap kecerdasan dan daya imajinasi anda dibawah monyet.

Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Curhatku. Tampilkan semua postingan

Senin, 26 Januari 2015

Permintaan maaf Arief kepada Ariefpena.




Assalamuallaikum Wr. Wb.
Selamat pagi/ siang/ malam bagi para pembaca semua. Mungkin telah empat bulan lamanya semenjak terakhir saya menulis di blog kesayangan dan tulisan permintaan maaf ini merupakan tulisan pertama, di bulan pertama, di tahun yang baru, tahun 2015.

Jujur, selama empat bulan terakhir saya tidak mengingat bahwa blog ini ada. Terlebih mengingat bahwa blog ini berfungsi sebagai media bagi saya dalam mengeluarkan segala aspirasi maupun uneg-uneg yang selama ini melanda. Dan hal bermanfaat apakah yang sudah saya kerjakan di empat bulan terakhir? Kembali jujur, saya sendiri masih bertanya. Sebagian besar, kegiatan itu hanya untuk diri sendiri, sebagian besar juga tidak bermanfaat. Dapat diibaratkan bahwa saya adalah manusia yang hilang arah, kosong, yang berada di tanah gersang antah berantah. Bukan kosong, melainkah kebodohan pribadi dengan bermalas-malasan untuk bergerak maju. Mungkin dengan adanya tulisan permintaan maaf saya, setidaknya, ariefpena di bulan Januari tidak terbuang sia-sia.

Apa yang sudah saya kerjakan, apa yang sudah saya lakukan dan apa yang telah saya fikirkan? Jawabannya adalah rata-rata. Mengenang saja sudah malas, bagaimana berfikir. Intinya, 2014 tidak jauh dengan tahun-tahun yang lalu. Tahun yang biasa, tahun rata-rata. Membuat saya eneg dan kesal saja. Tidak ada hal baru yang telah dilakukan. Memuakan.

Pertanyaannya, apakah 2015 akan sama seperti tahun yang telah berlalu? Akan tetap rata-rata dan memuakan? Dan jawaban memungkinkan yang akan kalian berikan tentunya, “ya, itu tergantung denganmu.” Benar. Tergantung denganku. Saya muak, kesal dan eneg dengan tahun rata-rata. Saya tidak mengulanginya. “Katanya mau berubah?”, hati, akal dan fikiran ini saja sudah berkata seperti itu. Oke, saya buktikan, bahwa saya akan berubah. Berubah menjadi apa? Power Ranger? Jelas tidak, tentunya menjadi ariefpena yang saya idam-idamkan. Sosok pria pintar dalam mengambil langkah, tegas dan tidak pernah puas untuk mengejar prestasi. Terlebih untuk melangkah maju.

Apakah itu mudah? Bodoh! Belum dilakukan saja sudah pesimis seperti itu. Intinya, dengan kesungguhan hati, akal dan fikiran ini, saya akan menjadi pribadi yang lebih baik. Pribadi yang diidam-idamkan diri sendiri, keluarga, teman maupun sahabat, bangsa dan negara.

Sekian dengan resolusi ngalur-ngidul ini. Bukannya apa, saya hanya muak dengan diri yang sama sekali tidak memiliki kemajuan. Sekian dan terima kasih.

Wassalamuallaikum Wr. Wb.

Jumat, 18 Juli 2014

Aku dan Ibu



Pagi ini (18/07/14) aku tiba di kampung halaman, Cibinong (Kabupaten Bogor) Jawa Barat, kurang lebih pukul delapan pagi. Layaknya tahun-tahun sebelumnya, tujuanku pulang adalah menghabiskan waktu libur (sebelum semester remidiasi plus di Fakultas Ekonomi Universitas Islam Indonesia, 6/08/14) juga merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga. Bukan suasana rumah ataupun kampung yang saya rindukan, melaikan Ibunda saya. Selama libur, saya harus menemani dan memanjakannya.

Beliau mengidap stroek sudah tujuh bulan lamanya dan semenjak tujuh bulan tersebut, opiniku akan duniapun mulai berubah. Intinya, aku melewatkan banyak hal disaat sebelum Ibu sakit, baik menikmati jalannya hidup (senang dan susah), merasa benar disaat melakukan keburukan, melupakan bahwa disetiap akhir cerita akan adanya nilai moral yang dapat diambil dan bersyukur atas segala sesuatu yang aku punya (keluarga, teman, pengalaman dan materi).

Kepribadian Ibu berubah drastis 180 derajat, begitu pula hidupku (meski tidak terlalu). Sering kali susah tidur dan memikirkan Ibu semalaman, hingga pada akhirnya insomnia melanda dan jam tidurpun kembali rusak (biasanya jam tidur rusak digunakan untuk hal yang sama sekali tidak perlu; marathon episode Anime, nonton film yang sudah berulang kali ditonton, baca comic, dsb.). Terkadang merasa amat teramat bodoh, ketika mengingat akan rusaknya jam tidur untuk hal yang tidak perlu disaat memikirkan bagaimana kesehatan Ibu saya kelak. Apakah Ibu akan segera baikan, akankah Ibu akan selamanya sakit, dsb. Pemikiran barusan-pun tidak jauh bodohnya, lebih bodoh lagi, ketika Aku mengingatkan diriku akan kebodohan, namun semakin sering pula aku melakukannya.

Ya, Ibu. Sebelum stroek, beliau sangatlah galak dan doyan membentak. Setelah stroek, Ibu memiliki sifat layaknya anak kecil, baik, tulus, pengertian dan nakal (kalo disuruh minum obat). Sedih dan hati menangis dan bisu ketika mendengar berbagai kalimat yang Ibu utarakan secara terabata-bata, bagian tubuh sebelah kanan yang susah untuk digerakan (terutama tangan dan kaki). Mungkin tongkat penyangga menjadi teman Ibu dalam menelusuri rumah yang kosong ketika Bapak pergi bekerja, adik-adik yang sekolah dan saya yang masih di Jogja dalam menuntut ilmu.

Pernah mata berkaca-kaca disaat pertama kali menjenguk Ibu tujuh bulan yang lalu, tepatnya dibulan Desember, 2013. Memberi salam dan menyapa Ibu disalah satu kamar di Rumah Sakit Bina Husada Cibinong, dan dengan suara yang terbata-bata Ibu bertanya "siapa?". Ibuku melupakanku. Kejadian tersebut sungguh menguras hatiku, membunuh jiwaku. Hingga pada akhirnya adikku perempuanku berkata bahwa Ibu sedang mengalami masalah di otaknya, kemampuan mengingatnyapun masih sangat payah. Okay, apapun yang kulakukan untuk Ibu. Dari menyuapi, membantu ibu berdiri, membelikan segala sesuatu dan kemarin(18/07/14), aku baru saja memandikan Ibu untuk pertama kalinya. Ibu menjadi lebih kurus. Lemak-lemak dibawah lengannya menghilang, jangankan berjalan tanpa tongkat penyangga, makapun dan minum obatpun susah (rewel). Begitulah Ibu yang sekarang. Cepat sembuh ya Ibu, nanti kita bisa jalan-jalan pake sepedah motor lagi keliling Bogor.

Rasanya, bait lembaran ini bagai KOMA yang ditulis oleh Rachmania Arunita. Mungkin kapan-kapan aku bisa meresensi novel tersebut buat sobat-sobat semua. Jarang-jarang sekali aku membaca buku bertajuk cinta, mungkin semenjak Ibuku jatuh stroek dan aku memiliki kekasih, hati ini menjadi sensitif. Baru ingat, aku belum memperkenalkan pacarku e sobat blogger semua ya, okay, nanti ya, sabar, di post berikutnya, hehehehe.

Sebelumnya, maaf, tiga minggu lebih aku ga update post, maklum lagi UAS dan lagi asik-asiknya baca Novel Pulang by Leila S. Chudori. Cukup omongan panjang dan lebarnya, aku Arief Setya Negara, Thanks banget udah baca curhatanku yang gak jelas ini, see yaaa

Sabtu, 28 Juni 2014

Layaknya Nick dan Jess


Dalam dua minggu terakhir ini saya menonton New Girl Season-3 (TV Series) dibintangi Zooey Deschanel (sebagai Jessica Day). Ditemani kopi dan rokok favorit, waktupun berlalu begitu saja. Tapi sejalannya beberapa episode, saya merasa ada yang kurang. Apa ya? Rasanya saya membutuhkan sosok seperti Jess, tidak hanya dalam mewarnai hari-hari, namun juga melengkapi hidup Nick Miller (dibintangi oleh Jake Johnson).

Yups, hidup dan sifat saya gak terlalu jauh dengan Nick. Pria ini menyebalkan, pelit, acuh, ketus dan membosankan. Semua itu berubah ketika Ia jatuh cinta dengan Jess. Jess merubah sifat Nick yang penakut menjadi pemberani, yang tidak percaya akan bank menjadi salah satu nasabah. Begitu pun dengan saya, hidup dan sifat ini berubah saat wanita yang bernama Raisa datang (inisial, hahahaha). Sifatnya yang lepas, senyumnya yang indah dan ketawa layaknya orang kumat asma, buat saya kembali semangat. Yang awalnya Acuh menjadi romantis, yang awalnya malas memegang handphone menjadi autis dan yang awalnya tidur layaknya kerbau menjadi macan yang siap menerjang balasan BBM darinya (masih mencoba).

Hahahaha, segalanya menjadi lebih menyenangkan, begitupun dengan malam minggu kali ini. Ya, sebenarnya malam minggu kali ini tidak jauh berbeda dengan yang lalu, sendiri. Namun, ada namunnya. Ketika saya menikmati New Girl Season-3, saya pun juga berautis ria dengannya. Malam minggu depan, saya sudah berencana dengan-Nya untuk menghabiskan waktu bersama, entah ngopi, makan atau beralay ria. Nanti sobat bloggerpun tau, hahahaha.

Mengingat kutipan dari salah satu sobat perjuangan, Ia pernah mengatakan, "bang kamu itu orangnya unik, begitupun dengan jodohmu nanti, gak jauh uniknya dari kamu. Kamu bakal ketemu dengan orang yang benar-benar klop dengan kamu." Dulu saya masih bingung, "ini orang ngomong apa?", hahahaha, dan sekarang saya mengerti. Jodoh itu bukan mereka yang cantik/tampan, kaya/mumpuni, keren/oke punya, tapi buatku itu asik, mengerti dan ketawa layaknya mereka yang kumat asma.

Saya, Arief Setya Negara, mengucapkan banyak terima kasih karena sobat sudah mau membaca blog aneh ini. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang berkewajiban, selamat saur dan selamat mencari Jess buat kamu.